Berpegang Teguh pada Tali (agama) Allah

Mengapa saya menulis dan membahas tentang judul di atas. Jawabannya simple : saya hanya ingin menulis dan mendokumentasikan apa yang sudah saya sampaikan dalam suatu forum.

Intinya supaya ingat tentang apa yg pernah disampaikan dan dapat bermanfaat bagi yang membacanya.

Selasa lalu, tgl 29 Januari 2013 dalam suatu forum tema ini saya sampaikan dengan harapan ya semoga kita ingat aja bahwa dalam hidup di dunia kita harus punya pegangan agar gak hanyut dalam arus jaman yg smakin deras.

Pertama kali, diawali dengan isu hot yg sedang marak diberitakan di televisi yg terkait penangkapan artis karena narkoba. Hal ini tentu mengejutkan. Artis yg diidolai banyak orang malah kedapatan ditangkap karena dicurigai menggelar pesta dan memiliki narkoba. Artis yg satu ini masih muda tapi sudah sukses, memiliki rumah sendiri yg gede, mobil dan motornya bagus2, dan kesuksesan lain yg belum tentu diraih orang lain seusianya. Tapi terlepas dari berita itu benar atau salah, dari peristiwa ini kita bisa belajar.

Ibarat pepatah #ceilee “semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yg meniupnya. kalo gak punya akar yg kuat, maka bisa-bisa tumbang tu pohon“.

Orang hidup harus punya pegangan yaitu agama, dan agama Islam merupakan agama yg paling benar dan menjadi rahmatan lil alamin.

Dimulai dari kehidupan bangsa Arab sebelum Islam datang, kebodohan, kemiskinan, kekerasan dan perpecahan menjadi hal wajar ketika itu. Namun setelah Islam datang, berangsur-angsur mulai hilang. Islam yang diajarkan Rasulullah mengajarkan kasih sayang, kelembutan dan persatuan. Hingga sampailah Islam pada masa jayanya ketika masa Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin. Setelah itu, Islam mulai tenggelam.

Hal ini sama dengan keadaan / realita saat ini, umat Islam tercerai-berai, bergolong-golong hingga bersombong-sombong atas golongan masing2. Mereka ingin seolah2 tampil paling benar.

Dalam Al Quran surat Ali Imran (surat ke-3) ayat 103 yg artinya : Dan berpeganglah kalian semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah bercerai-berai. Dan ingatlah akan nikmat Allah kepada kalian ketika kalian dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hati kalian, lalu jadilah kalian karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara. Dan kalian telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kalian, agar kalian mendapat petunjuk.

Jika dihubungkan dengan judul postingan diatas maka, 2 kata kunci dalam ayat tersebut adalah :

1. Berpeganglah kalian semua kepada tali (agama) Allah

2. jangan bercerai-berai

Intinya jika saat ini keadaan umat sendang bercerai berai maka solusinya adalah berpegang teguh pada tali (agama) Allah dengan pondasi kalimat syahadat “Asyhadu alla illaha ilallah wa asyhadu anna muhammadar rosululloh”. Jalankan perintah dan jauhi larangan Allah serta meneladani Rosululloh.

Persatuan umat bisa tercipta karena :

1. Niat tulus karena Allah. Ikhlas beramal karena mengharap ridho Allah SWT tanpa embel-embel untuk mencari ketenaran, nama baik, dsb

2. Kuatkan aqidah. Menyembah hanya kepada Allah.

3.Satukan visi ke depan untuk memajukan Islam dan mengembalikan kejayaan Islam

4. Pemimpin yg amanah dan mewakili kata umat. Sosok pemimpin ini sudah jarang kita temui sepeninggal Rosululloh dan sahabat

5. Rakyat yang taat dan pemimpin yang adil serta amanah sehingga dapat menciptakan kenyamanan bgi umat

6. Bersatu dalam gerak,  yg manut pada pemimpin yg amanat. Untuk mencari sosok pemimpin yg baik dapat dilihat ketika disuruh memimpin jamaah solat.

7. Kesatuan ibadah dimana sebagai umat islam kita senantiasa menjalankan perintah Allah SWT

Selanjutnya, adalah kita harus meneladani apa yang sudah diajarkan Rosululloh selama masa hidupnya. Adanya maulid nabi atau peringatan lahirnya Rosululloh sebagai ajang kita mengingat dan semakin meneladani perjuangan dan tingkah laku beliau selama hidup. Diperingati saja masih ada yg lupa,  apalagi gak diperingati ya.

Penutupnya, semoga kita senantiasa istiqomah di jalan Allah. Dalam hidup jangan hanya berbekal ilmu semata, sertai dengan ketaqwaan (mengenali dan mengakui kelemahan diri). Dengan mengetahui jika kita lemah, maka tentunya kita perlu sandaran yaitu Allah dalam hal ini Al Quran dan Sunnah.

Wallahu alam. semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Sejuta Tutorial on Android
Ingin Berlangganan Artikel Saya
Quotes

sampaikanlah walau satu ayat | sampaikanlah ilmumu walau kau rasa tiada bermanfaat

yang kamu tau jangan kau simpan | sampaikan

takut salah? | salah sudah biasa | yg gak biasa | gak tau kalo yg kita tau itu salah

sampaikan utk dikoreksi | koreksi utk memperbaiki diri

gak perlu jadi ahli utk berbagi | gak perlu nunggu jadi guru baru mau berbagi ilmu

Belajarlah | menulislah | berkaryalah | berprestasilah | bergeraklah

Clock
Kalender
April 2014
M T W T F S S
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
Blog Stats
  • 34,100 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 237 other followers

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 237 other followers

%d bloggers like this: