[Book Review] Menjadi Teladan dalam Kebaikan

Alhamdulillah wa syukurillah

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas peringatan yang diberikan dengan meletusnya Gunung Kelud. Ini pertanda Allah masih sayang dan memberikan kesempatan kita untuk memperbaiki diri dan senantiasa mendekat kepada-Nya. Debu yang memenuhi jalan dan hujan abu yang turun dengan lebat, mengingatkan kita akan nikmat udara yang bersih. Sungguh kita semua harus belajar dari peristiwa ini.

Sholawat serta salam teruntuk baginda Rasululloh, Nabi Muhammad SAW, semoga kita senantiasa menjadi pengikutnya dan kelak bisa mendapatkan syafaatnya di Yaumul Akhir.

Alhamdulillah, masih diberikan kesempatan dan kesehatan sehingga masih bisa menulis sebuah review buku yang luar biasa. Saya jadi teringat kata-kata bagus. “Jika ingin pandai menulis, maka perbanyaklah membaca”. Ya, dengan membaca kita akan semakin tahu dan banyak wawasan sehingga kita memiliki banyak bahan untuk ditulis.

IMG_20140213_060955

Pada kesempatan ini, saya berkesempatan membaca sebuah buku istimewa berjudul “Wonderful Husband” karya Ustad Cahyadi Takariawan. Kesan pertama melihat buku, wow. Dari judulnya saja sudah menarik, apalagi isi bukunya. Ditulis dengan rangkaian kata-kata yang menarik dan mudah dipahami membuat buku ini semakin awesome. Ya, buku ini sama menariknya dengan buku yang pernah baca sebelumnya berjudul Udah Putusin Aja karya Ustad Felix Siauw.

Langsung saja ke bagian yang akan saya review, yaitu tentang Karakter Keenam dalam buku ini. Tema yang dibahas didalamnya adalah Menjadi Teladan dalam Kebaikan.

Ada yang bilang Satu keteladanan lebih baik daripada seribu kata-kata nasehat. Ya, saya setuju. Apalagi pada jaman Rosululloh, juga dicontohkan oleh baginda rosul tentang pentingnya keteladanan dalam memberikan pembelajaran kepada orang lain. Nah, dari keteladanan ini merupakan awal dari kebaikan. Dalam sebuah keluarga, peran sentral di emban suami yang merupakan kepala keluarga sekaligus imam di dalam keluarganya. Semua tingkah laku dan perbuatannya akan selalu di lihat oleh anggota keluarga baik istri ataupun anaknya.  Keteladanan merupakan karakter yang harus dimiliki suami ideal. Tentu saja memberi keteladanan dalam konteks yang positif.

Bagaimana Suami memberi keteladanan?

Sesungguhnya semua yang diucapkan, dilakukan, ditampilkan oleh suami sudah menjadi sebuah teladan bagi anggota keluarga. Misal : ketika suami terbiasa mengenakan celana pendek, tidak memakai kaos tentu tampilannya sangat minimalis sekali. Hal ini akan mudah dicontoh oleh anak dan istrinya. Sehingga mereka menyimpulkan bahwa yang dikenakan sang suami adalah penampilan yang sopan dan layak ditiru. Contoh lagi suami sering buang sampah sembarangan, maka hal ini juga akan ditiru anak-anaknya.

Cara suami memberikan teladan positif bagi seluruh keluarga adalah :

1 Dengan perbuatan nyata

Siapa bilang tugas suami ringan. Tugas suami sangat berat. Sebagai pemimpin harus memberi contoh yang nyata bagi keluarganya. Misal, jika ingin melihat istri kita berdandan cantik, maka suami harus bisa berdandan rapi di rumah. Jika ingin melihat istrinya harum dan wangi, maka sang suami harus memberi contoh bahwa dirinya harum dan wangi.

Sebaliknya jika contoh negatif, maka akan mudah ditiru. Misal suami telat ibadah, sering mabuk, suka selingkuh dan lain sebagainya hal ini akan memicu permasalahan dalam rumah tangga. Seringkali suami cuma bilang “Saya senang mabuk, tapi jangan dicontoh ya”, atau “jangan contoh perbuatan jahat saya, kalian harus jadi orang baik”. Hal ini sebuah keniscayaan. Perbuatan nyata lebih banyak dan lebih kuat pengaruhnya daripada kata-kata semata. Maka bagi suami, jadilah teladan dalam kebaikan.

2 Dengan sikap positif

Setiap keluarga dalam perjalanan akan menemui masalah-masalah, hal ini menuntut suami untuk bisa bersikap positif. Setiap masalah harus dihadapi dengan penuh harapan positif.  Jika menghadapi masalah kelarga, bilang ke istri “Insya allah kita, bisa mengatasinya. Jangan khawatir”.  Romantisa dan menenangkan. Inilah fungsi suami bisa menentramkan perasaan keluarga.

Sikap positif memberikan jalan keluar dan solusi dari setiap masalah. Saat berkecukupan ekonomi, seharusnya bersyukur dan tidak menghamburkan uang. Saat sulit ekonomi, bersabar dan berusaha mencari solusi terbaik. Berbeda dengan sikap negatif, saat berkecukupan uang. dihambur-hamburkan. Saat kesulitan ekonomi, merasa stress dan depresi. Hal ini menciptakan keteldan yang jelek bagi anak dan istrinya.

3 Dengan pikiran positif

Suami harus memiliki pikiran positif, tidak mudah cemburu dan tidak berpikir negatif kepada pasangan (istri). Contoh kasus : Ada yang bilang bahwa melihat sang istri berboncengan dengan pria lain. Tanpa pikir panjang dan mengkonfirmasi, langsung marah-marah dan membentak istri. Padahal pria itu adalah tukang ojek.

Jangan selalu berpikiran negatif karena apapun jika dimulai dengan pikiran negatif, maka akan melihat pasangan selalu melakukan hal negatif. Apapun yang dilakukan istri, jika suami slalu berpikir negatif, akan selalu salah di mata sang suami. Untuk itu, jadilah suami yang senantiasa berpikir positif dan selalu menjaga komunikasi dengan istri.

4 Dengan kebersihan hati

Jika suami memiliki kebersihan hati, akan terjauhkan dari sifat negatif. Bagaimana memiliki hati yang bersih, selalu dekatkan diri kepadaNya dan selalu kerjakan perintahNya dan jauhi segala laranganNya. Dengan kebersihan hati, pikiran dan sikap akan senantiasa positif serta akan menghadirkan perbuatan nyata yang menjadi contoh bagi keluarga.

Demikian sedikit review dari buku Wonderful Husband tentang Teladan dalam kebaikan. Semoga bermanfaat.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Sejuta Tutorial on Android
Ingin Berlangganan Artikel Saya
Quotes

sampaikanlah walau satu ayat | sampaikanlah ilmumu walau kau rasa tiada bermanfaat

yang kamu tau jangan kau simpan | sampaikan

takut salah? | salah sudah biasa | yg gak biasa | gak tau kalo yg kita tau itu salah

sampaikan utk dikoreksi | koreksi utk memperbaiki diri

gak perlu jadi ahli utk berbagi | gak perlu nunggu jadi guru baru mau berbagi ilmu

Belajarlah | menulislah | berkaryalah | berprestasilah | bergeraklah

Clock
Kalender
December 2016
M T W T F S S
« Jun    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Blog Stats
  • 89,740 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 259 other followers

%d bloggers like this: